Bab 12

996 Words

Aku duduk di kamar kos Hendra. Aku masih memikirkan bagaimana bisa Fauzian kabur dari penjara dengan begitu mudahnya? Aku tahu dengan kaburnya Fauzian, tak ada lagi kehidupan normalku. Aku pasti akan terus hidup dalam pelarian, lari untuk bertemu dengan Fauzian dan Ricky. Aku membolak-balikkan ponsel yang ada di tanganku. Aku berpikir berpuluh kali sebelum mamutuskan untuk mengabari mama atau tidak. "Kenapa, Di?" tanya Hendra yang masih terbaring di tempat tidur. "Gak apa-apa Hen, aku hanya memikirkan soal...," "Fauzian?" "Ya Hen, aku tahu bahwa dia pasti mengincar aku sekarang," "Ada aku di sini, kamu jangan khawatir lagi," "Kamu masih sakit, bagaimana bisa menjagaku?" "Sebentar lagi aku akan pulih, memang kamu tak mendengar kata dokter tadi?" Ya, tadi saat Hendra di perik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD