Max Miller

1564 Words

Dua hari sebelum acara Santi benar-benar menepati janjinya. Dia undang beberapa mantannya—Boby, Miko, Benny dan Yusuf—ke rumahnya. Bukan hanya itu semua keluarga gue—termasuk Kak Silvi—diundangnya sehingga rumah Santi sangat ramai. Radit dan Daniel pun tidak luput dari daftar undangan. “Gue malu, San, kalau pakai gaun kayak gini.” Santi sudah selesai memoles wajah gue dengan sapuan make-up tipis. Rambut digelung ke atas menyisakan beberapa helai di setiap sisi wajah. Nyali gue langsung ciut. Pada hal di rumah gue sangat percaya diri. Gaun coklat selutut yang mengembang di bagian bawah ditambah atasan yang terbuka membuat gue tidak percaya diri. Dulu, saat pemotretan gue masih punya rasa percaya diri yang cukup karena orang-orang melihat gue sebagai Santi. Namun, sekarang berbeda. Mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD