Gue bergegas menjenguk Santi. Ingin tahu bagaimana reaksinya saat bertemu Daniel. Gue yakin dia nggak akan ingat tentang masa kecilnya. Terdengar suara beberapa orang yang gue kenal. Perlahan gue buka pintu kamarnya. Benar saja di sana berkumpul beberapa cowok. Ada Benny, Boby, Miko dan Daniel. Gue nggak mau merusak reuni para mantan—kecuali Daniel. Dengan langkah terseret sambil mendorong infus gue meninggalkan ruangan itu. Derap langkah kaki menggema dari ujung lorong. Radit. Pria itu berlari kencang. Apa Radit tahu gue dan Santi masuk rumah sakit? Melihat kedatangan Radit membuat gue semakin bersemangat. “Ra—“ Dia melewati gue. Seperti angin ia begitu cepat. Radit masuk ke ruang inap Santi. Apa dia nggak lihat gue? Kenapa dia nggak nyapa? Gue kembali ke ruang inap Santi untuk meli

