POV Puspita "Dokter, bagaimana keadaannya?" Aku langsung berdiri saat dokter perempuan keluar dari ruangan. Dari pintu yang sedikit terbuka, tampak Mbak Mira terbaring diam menatap langit-langit kamar. "Kondisinya masih lemah. Tapi janinya bisa diselamatkan." Syukurlah. Aku menghela napas senang. Begitu dokter pergi, tanpa membuang waktu aku dan Mas Rasya melangkah masuk. Mbak Mira bersandar di tumpukan bantal, memandangku penuh permusuhan. "Maafkan aku, Mbak. Aku gak sengaja." Mbak Mira memandangku dengan ekspresi dingin. Disentaknya napas kuat. "Pasti kamu berharap dia mati." Ia mengusap perut dengan senyum sinis terukir di bibirnya. Aku menggelengkan kepala cepat. Tadi, aku refleks melempar aquarium kecil ke arahnya karena begitu kesal. Tak berpikir jauh dengan berniat mau mencel

