Part 64

1846 Words

Tok tok tok. "Sebenarnya sedang ganti baju apa semedi?" Tok tok tok tok Mas Rasya terus mengetuk pintu dengan tak sabar, sementara aku masih sibuk mematut diri di depan cermin. Berkali-kali aku terus mencoba hiasan bunga-bunga berbentuk lingkaran di kepala, memperhatikan mana yang lebih bagus. "Pus, cepat keluar. Ish, kamu ganti baju apa semedi?" Tok tok tok tok tok Pintu kamar terus diketuk. Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum kecil membayangkan betapa kesal wajah Mas Rasya saat ini. "Kita hanya akan menghadiri pernikahan Mira, Pus. Aku bisa lumutan menunggumu lama di sini." Tok tok tok! "Ish, sungguh menjengkelkan!" Benar-benar Mas Rasya, tidak sabaran sama sekali. Aku akhirnya membuka pintu, tanganku meraih hiasan bunga warna cokelat s**u dan meletakkannya di kepala. Aku lal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD