Bab 10

1294 Words

Hujan turun tipis saat mobil Dion memasuki halaman rumah. Lampu teras menyala otomatis, memantulkan bayangan mereka berdua di kaca depan. Tidak ada percakapan sejak beberapa menit lalu. Mesin dimatikan, tapi Dion tidak langsung turun. Tangannya masih menggenggam setir, tatapannya kosong menembus kaca. Amara membuka sabuk pengaman lebih dulu. “Kamu enggak turun?” tanyanya pelan. Dion menghela napas. “Turun.” Mereka masuk ke rumah tanpa saling menyentuh. Sunyi menyambut, lebih sunyi dari biasanya. Sepatu dilepas, tas diletakkan, semua dilakukan dalam diam yang terasa berat. Amara langsung menuju dapur, menuangkan segelas air. Tenggorokannya kering, bukan karena haus, tapi karena terlalu banyak hal yang tertahan di d**a. Dion berdiri di ambang pintu dapur, memperhatikannya. “Kamu cape

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD