Mobil itu meluncur membelah kegelapan jalanan kota yang disiram gerimis tipis. Shanin terdiam kaku di kursi penumpang belakang, meremas jemarinya yang dingin. Tatapannya terpaku pada pemandangan luar jendela yang kabur oleh titik-titik air hujan. Sopir yang mengemudikan kendaraan di depan tidak mengucapkan sepatah kata pun sejak menjemputnya di area parkir rumah sakit, menjalankan mobil sesuai instruksi tegas yang diberikan oleh Bravendra. Laju mobil perlahan melambat saat memasuki gerbang besi tempa berukuran besar yang terbuka otomatis. Kendaraan itu berhenti tepat di depan teras utama rumah mewah berarsitektur modern. Shanin menarik napas panjang untuk menetralkan gemetar di dadanya. Perempuan muda itu meraih map manila tebal berisi draf laporan analisis kasus koas yang baru diseles

