Bab 8

1350 Words

Keesokan harinya .... Setelah kemarin sempat menghadapi kecurigaan Rima, semalam Shanin bisa tidur nyenyak karena Bravendra yang tidak bertindak kasar padanya. Pria itu seperti membiarkannya beristirahat tenang tanpa kembali menunjukkan sikap implusifnya. Siang ini, Shanin sudah duduk di salah satu kursi meja makan. Meja marmer itu dikelilingi oleh mertua dan suaminya. Piring di hadapan masing-masing sudah terisi nasi dan lauk-pauk yang dimasak oleh juru masak mansion Mahardika. Di seberangnya, pria paruh baya itu mengangkat wajah perlahan. Tatapannya tajam dan penuh tekanan meski tanpa perlu berbicara banyak. Ada sesuatu dalam sorot mata itu yang membuat siapa pun enggan berlama-lama menatapnya balik, seakan setiap kata yang belum terucap sudah lebih dulu menekan ruang di sekitarnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD