SEPULUH

1027 Words
    Pagi-pagi...gue udah di beri  sarapan...sama pemandangan yang aduuuuuhh...bikin iman gue runtuh.Surganya dunia ini mah! Emang apa Laee... Gue lihat Mas Om lagiiii...mindahin barang. Zank!!! Ya elah Laeee...dimana menggoda imannyaaaaa Hehe...maaf thooorr menurut gue itu menggoda iman...apalagi pas dia jongkok...bokongnya tuh...adeeeh...bulet banget!Pengen gue remes dan tabok jugaaa,aaaahhh...gemes pokonya. Iiiih....ko gue jadi m***m sih! Ya itu mah, kamunya saja kunyuk...yang lihatnya dengan napsu birahi.dasar ayam! "Kenapa kamu senyun-senyum! Bukannya bantuin saya..." "Eh...itu...anu...maaf..mana yang harus saya bantu??" Gue jadi gelagapan ga jelas ini mah. Mas Om malah tertawa."udaaaah...kamu bikin sarapan saja sana.Saya lapar nih." "Oh...iya...aku kedapur dulu." Kata gue.Namun datang kejailannya. "Aduuuh...sayang...tiupin mata Mas dong, ke lilipan nih.Kayanya kena debu." Gue bukannya langsung nolong malah diam ja kaya patung "Laeee...cepet ga enak niii." katanya sambil ngusapa-ngusap mata pake punggung tangan. Gue kira hanya jail,tapi lihat kaya gituuuu...ga tega juga.Dengan berat hati..gue deketin Mas Om.dan megang pipinya. Cup!! Tuhkaaan...ini cuman modus Mas Om ja! Aaaah...selalu saja begini!!! Mata gue membulat karena kaget dengan apa yang di lakukan Mas Om "Jangan lama-lama yaaa...aku sudah ga tahan laper. Dan itu sarapan pembuka." Katanya depan muka gue sambil tersenyum Gue cepat-cepat lari ninggalin Mas Om.Sampe dapur gue ngusap dada.Jantung gue ga karuan banget,dak dik duk cepat! "Laeee...sebenarnya dia tuh pacar lo apa bos lo sih! Ko dia sering banget nyium gue!! Aaaaaagghh!!" Gue hentak-hentakan kaki karena kesal "Lah...Non,kenapa marah-marah sendiri?" Kata bi Sami yang entah dari kapan dia sudah ada di samping gue "Lah...ko bibi ada di sini?" Gue malah balik bertanya "Aduuuuh..Non! Kesel sih boleh, tapi jangan sampe oon juga!" Kata bi Sami sambil tersenyum lebar Waduuuh!!! Gue di bilang Oon sama bi Sami.Aduuuh Laeeee,ko nasib lo gitu amat siiiiihh!!! "Maaf Non..maaf...bibi keceplosan...jangan bilang ke Den Zulfan yaaa...bibi masih pengen idup!" "Ya elaaaah...bi! Emang Mas Om pembunuh apa, ko bilangnya masih pengen idup!" "Eh...bu..bukan..bukan itu maksud bibi...Non...ta..tapi...bibi masih pengen hidup tuh karena makan bibi dari kerja di sini.kalau ga kerja bibi makan dari mana dong Non..gituuu" kata bi Sami gelagapan gugup lagi. Hahaha...."santai aja kali biii...kita disi sama-sama ART.Jadi harus saling membantu." "ART!!" bi Sami kaget bukan kepalang denger apa kata gue. "Iyaaa...memangnya kenapa bi?" Gue aga penasaran juga.Karena bibi memperlihatkan wajah tak percaya. "Emmm...itu..anu Non..itu..apa ya...itu..anu...Non kaya wanita yang ada di fhoto kamar kerja Den Zulfan Non.Makanya bibi tahunya kalau Non itu istrinya Den Zulfan." Katanya dengan ragu-ragu Gue langsung membeku dalam diam mendenger apa yang bibi Sami katakan "Sayaang...apa sarapannya sudaaah...bawa sini!!" Mas Om berteriak. "Bi...aku ke atas dulu ya...di panggil tuh."Gue lari menemuinya. "Waaaawwwwhh____tapi..mana makanannya sayaaang???" Kata Mas Om kecewa padahal dia sudah masang wajah tersenyum pas gue datang. "Nanti! Mas...aku ingin bicara boleh?" Gue natap dia dengan memasang wajah serius "Nanti saja yaaa...kalau sudah makan,Ok!" Gue geleng kepala cepat "SEKARANG!!" Mas Zulfan tertegun karena gue malah membentaknya "Ok,ok! Apa yang kamu ingin bicarakan?" Katanya sambil duduk di sofa Gue mengambil fhoto yang tadi gue dapat dari ruang kerjanya sebelum menemui dia. "Kenapa Mas...punya ini!" Gue natap dia tajam.Sambil melempar sebuah fhoto Gue lihat dia kaget tapi tak lama dia tersenyum "Kamu sudah menemukannya sayang..." Mas Om berdiri mendekat dan membalas tatapan gue. "Jangan bilang kalau Mas..." gue tak dapat meneruskan kata-kata itu. "Yaaa...saya memang suamimu Laee..."katanya sambil memeluk gue erat dalam d**a bidangnya. Gue..tak bisa menahan air mata karena senang.Ternyata orang yang selama ini gue tunggu siang malam,sudah ada dekat gue selama iniii. Dan ternyata rasa cinta dan sayang gue itu karena dia suami gue.Jadi tidak akan dosa bagi gue..hehe... Dalam tangis gue tertawa karena bahagia. "Tapi Laeee..Mas...minta maaf...karena Mas sudah menikah kembali." JELEDAR!!!! Hati gue bagai di sambar petir.NIKAH...DIA SUDAH MENIKAH LAGI!!!! Gue langsung melepas pelukannya "Apa maksud Mas!" Gue lihat dia dengan mata basah karena menangis "Yaaaa...Mas sudah menikah lagi dengan orang yang Mas cintai selama ini.Dan dia sedang mengandung anak Mas Laeee." Jelasnya dengan tertunduk sambil memegang kedua tangan gue. "Seharusnyaaa...dulu pernikahan kita tak terjadi.Kalau saja papi dan ayah tak memaksa Mas untuk menikahimu,mungkin saat itu Mas tidak akan menyakitimu dengan cara meninggalkanmu.Mas minta maaf Laee,karena Mas merasaaa..tidak pernah merusak harga dirimu Laee.Mas hanya tidur satu ranjang dengan mu dan memelukmu.Tidak terjadi apa-apa lagi pada kita.Tapi karena orang tua takut kamu di pandang rendah.Mas...terpaksa menikahimu...walau..Mas waktu itu masih berpacaran dengan wanita yang jadi istri mas sekarang." Mas Zulfan menaikan kepala dan menatap gue dengan sendu. Hati gie hancur, sehancur hancurnya.Penantian gue, pengorbanan gue selama iniii...hanya di anggap seonggok sampah yang tak berguna. "Kalo begitu,CERAIKAN SAJA AKU MAS!!!" Teriak gue dengan gusar tak dapat menaha amarah. Mas Manaf tertegun mendengarnya."Maaf...Mas tidak bisa menceraikanmu.Karena...Mas sudah berjanji pada kedua ayah kita.Kalau Mas akan selalu menjagamu...dan takan menceraikanmu." Mas Om natap gue "Kamu egois Mas! Kalau kamu sudah punya dia ,kenapa masih mempertahankan aku. Dasar bangsaaaattt!"  Gue mukul,nendang semua barang yang ada di sana tabisa gue kontrol.Sedih,kecewa dan sakit hati,semua bercampur membuat gue emosi tidak tertahankan. "Kamu lebih mementingkan janji pada orang tua, daripada melihat aku bahagia! Kamu jahat Mas jahat.Aaaaaah!!!" Gue mengacak rambut sendiri "Jangan kaya gini sayang...Mas Mohon maafkan Mas...dan sampai kapan pun Mas ga bakalan ceraikan kamu sayang." "Karena Mas sudah jannji___" "Persetan dengan janji itu Mas!!! Pokonya...aku minta MAS CERAIKAN AKUUUU!!!" Gue menjerit lagi sekuat tenaga supaya sedih gue bisa terlampiaskan dan hilang. Namun itu...hanya bayangan gue,karena gue masih sakit dengan apa yang Mas Zulfan katakan. "Laeee...lagian kenapa kamu kaya giniii...kalau kamu tidak mengharapkan Maaas..."katanya dengan nada masih tenang. "APA!! Kata siapa aku tak mengharapkan  Mas saat ini...kalau selama ini Mas tidak terus membuat aku jatuh cinta dan sayang sama Mas,mungkin rasa itu tidak akan penah tumbuh.Kenapa Mas,kenapa kamu lakukan itu.Kalau memang Mas tahu akan seperti ini,kenapa kamu lakukan itu! Pikirkan sendiri!" Gue menangis sejadi-jadinya karena kecewa sedih dan aaaaahhggghhtt. Gue kaya orang gila mengacak rambut melempar barang dan menendangnya. "Kenapa Mas diam,kenapaaaaa!!! Mas yang menunjukan kalau aku pantas untuk mencintai mu Mas.Mas bersikap romanti sama akuuu...kalau memang Mas tahu akhirnya akan menyakiti aku...kenapa Mas baik sama akuuuuu...hiks...hiks...kenapa Mas,kenapa..hiks...hiks..." gue melorot duduk dilantai  karena kaki gue ga bisa menahan lagi lemas rasanya. Mas Zulfan mendekati gue berupaya memeluk,namun gue tepis tangannya dan gue dorong dia supaya menjauh "Jangan pernah dekat-dekat dengan ku lagi..Mas...jangan. STOP!! SUDAH CUKUP!!!"  Gue berteriak dan pergi dengan gontai ke kamar untuk istirahat... Cape...itulah yang gue rasakan sekarang...   *******   Selamat membaca... By limuuup
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD