Penolakan

1125 Words

Arga terperanjat akibat terkejut dengan pemikirannya sendiri. Tidak, Arga tidak boleh sedikit pun menyentuh wanita lain. Sesakit apa pun perasaannya sekarang, dia tidak boleh sampai melampaui batas. Serin yang melihat Arga terdiam merasa memiliki harapan. Dia yakin kalau saat ini Arga sedang menimbang-nimbang, jadi Serin terus gencar memberikan sentuhan supaya Arga luluh padanya. Serin mengelus tangan Arga, membuat Arga semakin tak karuan, tapi juga semakin tersadarkan kalau hal ini adalah salah. Arga harus segera pergi dari sana. "Lepas, Serin! Sebaiknya sekarang kamu pergi dari rumah mamaku. Untuk apa kamu menginap di sini seperti yang gak punya rumah aja. Kamu mau menggodaku? Jangan harap dan jangan kegatalan!" Arga menepis tangan Serin kasar, lalu pergi meninggalkannya sendirian. S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD