Arga menatap nyalang pada Serin, rahangnya mengeras menahan amarah. Kalau saja manusia di hadapannya ini bukan perempuan, sudah pasti Arga akan menamparnya. Akan tetapi, Arga masih memiliki akal sehat. Dia memikirkan dampak ke depannya, sehingga masih berusaha mengontrol emosi. Dengan sedikit sentuhan, Arga mendorong Serin membuat Serin paham kalau Arga tidak ingin dekat-dekat dengannya. "Jaga bicaramu atau kutampar mulut busukmu itu!" Arga berbicara seraya mendorong pelan Serin. Serin membuka mulutnya tak percaya. Dalam benaknya, bagaimana bisa Arga berbicara seperti itu padanya. "Kamu jahat banget, sih, Babe! Hey, aku hanya mencoba menyadarkan kamu, membuka hati dan mata kamu bahwa Hasna sama sekali gak pantas menjadi istrimu. "Ingat, dia adalah seorang janda yang bisa dengan mudah

