"dr. Anisa Pradipta, Sp.OG." Bagas dan Nidya mengeja bersamaan lalu saling berpandangan saat mereka mendapatkan nomor antre 03 dari seorang perawat, tadi Bagas hanya mengikuti instruksi Marni saat mereka akan berangkat ke RS. Erlangga, semua sudah diatur Marni mamanya, bahkan tadi Abimana dengan santainya melarang Bagas berangkat ke kantor. Perasaan gugup Nidya rasakan seketika, tangan Nidya dan Bagas saling bertautan tanpa kata, mereka tak bisa mengartikan antara rasa takut dan bahagia, takut jika ternyata Nidya belum juga hamil karena sudah 3 bulan ini menstruasinya tidak lancar dan saat di tes dengan test pack kehamilan hasilnya pun nihil. Namun alangkah bahagianya jika kali ini Nidya benar-benar hamil, buah cinta mereka. Nidya menjelaskan semua keluhannya yang sudah dirasakan dari

