"Yang kamu kenapa? Apa ada yang sakit? Atau ingin sesuatu?" Tanya Bagas saat merasakan kegelisahan Nidya yang berada dalam pelukannya. Ia usap lembut perut Nidya yang sedari tadi bayi dalam kandungannya bergerak aktif tidak seperti biasanya. Bagas yakin Nidya belum tidur, lalu Bagas membalik tubuh Nidya untuk menghadapnya. Nidya mengerjapkan mata saat Bagas menatapnya penuh selidik, Nidya hanya mematung menatap netra Bagas, ia tidak berani bicara jujur karena khawatir Bagas marah. "Katakan ada apa?" Tanya Bagas berulang. "Jangan marah ya Mas?" Balas Nidya gugup sambil menggigit bibir bagian bawahnya. "Janji Mas nggak marah, katakan saja," jawab Bagas membelai pipi Nidya. "Tadi aku sepulang jemput Rizky sekolah, aku mampir ke Lapas menjenguk Deanova," terang Nidya menatap Bagas yang

