Detak Tiga Rasa

1215 Words

Tania mengabaikan ucapan Erlangga. Dia fokus melangkah menghampiri kakaknya. Namun lagi-lagi, Erlangga menghalangi langkahnya. Tania kesal. “Tunggu sebentar, boleh nggak aku ngobrol sebentar sama kamu.” “Nggak. Nggak bisa. Tidak ada keperluan yang syar’i antara aku dan kamu!” “Keperluan syar’i, maksudnya?” “Keperluan yang diperbolehkan syariat Islam.” “Ya boleh aja kali ngobrol, bentar doang.” “Nggak bisa. HARAM. Keperluan syar’i yang aku ketahui, ya misal kamu dan aku ada bisnis penting. Ya boleh. Di luar itu, yang basa-basi nanya kabar, nanya yang nggak penting. Sudah makan belum, sudah bangun belum. No way! HARAM!” Sebenarnya apa yang disampaikan oleh Tania, Erlangga pun pernah mendengar penjelasan yang sama dari Rendra. Tapi hatinya masih berat. Saat ini, hatinya hanya bisa bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD