Tujuh

1924 Words

Bila dengan seribu burung kertas bisa membuat keajaiban, akan aku lakukan. Tapi bila tidak, aku sendiri yang akan membuat keajaiban itu - Revin ••• Radit hanya terdiam, memandang kosong kearah laptop di depannya. Dia memutuskan membawa pulang semua pekerjaannya, tapi ternyata saat di sana pun, pikirannya tetap tidak bisa fokus. Bayang-bayang akan hasil lab adiknya, seakan meruntuhkan semua dunianya. Sedangkan Revin yang berada di dekat ranjang Rival, sesekali melirik heran kearah kakaknya. Radit berubah. Revin tahu ada sesuatu yang coba kakaknya sembunyikan. Namun dia masih diam, tangannya masih memijat pelan kening Rival saat adiknya mengeluh sakit tadi. Kini Rival sudah terlelap. Setelah memastikan Rival benar-benar tertidur, Revin beranjak dan mendekati Radit. "Ada yang lo sembuny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD