"Ada hal yang tak terbantah semesta. Takdir." ••• "Kamu dari mana Rasya?" Rasya seketika menoleh saat suara Fara menyambutnya di ruang tengah. Langkahnya berbalik, menghampiri mamanya yang sedang duduk manis disana. "Niat benerin mobil, ma. Tapi gak jadi." Sahutnya, lalu menyandarkan tubuhnya di sofa. "Kenapa gak jadi?" "Biasa, yang punya bengkel kurang profesional." Fara menggerutkan keninganya, "maksud kamu? Bukannya itu bengkel yang mama rekomendasikan?" Rasya mengangguk mantap. "Nah itu dia, ma. Tapi kayaknya bengkel itu udah gak sebagus yang mama bilang deh. Masa yang punya bengkel gak mau ngelayanin aku, cuma karena aku mirip adeknya. Peraturan dari mana coba." Jawabnya dengan nada kesal. Fara tersenyum. Ternyata membuat Revin melupakan kakak dan adiknya, tidak perlu bersus

