26

1025 Words

Boy sudah menunggu di teras rumah bersama mama dan ketika mobil masuk di dalam rumah Boy langsung berlari bertepatan aku akan membuka pintu. Aku langsung menunduk memeluk Boy erat seolah kami lama tidak bertemu padahal hanya beberapa hari. “Sudah puas?” goda mama menatap Tian membuat Tian hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan mamanya “masa gak puas? Tari perawan kan?” aku menunduk malu mendengar pertanyaan itu. “Ma, ada Boy” tegur Tian tapi mama hanya tersenyum dan menghampiri kami berdua. Boy tidak mau lepas dari aku padahal mama sudah membujuk untuk ikut, semua kegiatan Boy harus aku yang mengerjakan. Tian hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Boy tapi tidak bisa mencegah juga. “Masalah Via berat” ucap Tian ketika kami sudah berada di kamar “mama sebentar lagi balik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD