Aku hanya mengikuti apa yang dilakukan ketiga wanita ini bahkan Rere dan Nisa tampil cantik walaupun tidak bertahan lama dan hanya bisa membuat Tina menggelengkan kepala meskipun tetap sabar menangani dua bocah ini bahkan merapikan penampilan mereka berdua. “Punya anak cewek kalau kaya gini buat pusing” ucap Via menatap Tina yang memperbaiki penampilan mereka “udah ok ini, keluar atau gimana?” “Tunggu Lila” jawab Tania sambil duduk di ranjang “jangan aneh-aneh setelah ini” aku menatap bingung “jangan mikirin Dodo atau Erlangga” aku menatap tajam Tania. “Sudah ayo keluar” ucap Lila masuk ke dalam kamar “wuih bisa cantik juga dia” menatapku sambil menggelengkan kepala “selamat ya” memelukku pelan dan semakin aku bingung “ayo udah sah juga” Mereka menyuruh aku keluar kamar dan betapa terk

