Amelia Pov:
"Hai Mel"sapa Putera.Lalu,besarlah biji mata aku apabila aku melihat lelaki dihadapannya."Mampos aku".Kata aku dalam hati."Hei,kok bingung lihat aku??Kenapa??Kaget??Ganteng ya".Percaya diri sekali cowok dihadapan aku ni.Sekejap,mana dia tahu kalau aku ada disini?"Eh,ha-hai,dari mana kamu?"soalan bodoh yang keluar dari mulut aku.Dah tentunya dia dari Indonesia bodoh!!!Aku masih seperti tak percaya seorang Putera ada depan mata aku sekarang."Yah,aku dari rumah kamu.Hahaha".Satu aku suka tentang Putera,dia berusaha keras untuk buat aku tersenyum,ketawa dan happy."Ngaco kamu Put.Sini duduk".Aku mempelawa Putera duduk disebelah ku.Walaupun aku menjaga jarak diri aku dengan mana-mana lelaki,tetapi tidak bermaksud aku harus menjaga jarak sewaktu berhadapan.Cuma berwaspada,kerna selalunya janda ni akan di anggap murahan dan sebagainya.Aku rasa bukan hanya di Malaysia,tetapi dimana-mana negara,untuk yang berfikiran kolot atau bodoh,memang akan fikir setiap penceraian akan berawal dari perempuan.Begitulah juga aku,kerna itu aku tidak mewar-warkan penceraian aku supaya aku tidak sakit mental bila dituduh macam².Cukuplah 5 tahun berumahtangga aku disumpah seranah oleh keluarga mertua ku.Tanpa ada belaan dari suami."So,salam ketemu ya Mel.This is me,Putera Raka."kata Putera memulakan perbualan."Iya Put,ini juga aku,Amelia Ros".Aku menyambut salam tangannya."Nice to know you Mel.Kamu cantik".Aku memang perasan dari tadi si Putera ni asyik melihat aku.Tatapannya,Ya Allah.Kau menciptakan seorang lelaki yang sangat tampan Ya Tuhan.Aku tersenyum."Yuk,order minuman buat kamu Put,ga mungkin kamu datang cuma sekadar menegur aku kan?".Aku cuba untuk bertenang walaupun sebenarnya dalam hati aku,jantung ni macam mau copot melihat keindahan kegantengan cowok depan aku ni.
"Jadi,kamu bilang,ke Malaysia bareng kakak,keponakkan sama anak-anakmu.Dimana mereka?"Aku cuba bertanya juga walaupun sebenarnya malu."Ouh,itu mereka lagi di dalam,belanja.Kakak aku kalau udah nampak mall² gini,lupa diri sekali dia Mel".Kami ketawa dengan ucapannya.'Lucu juga Putera ni'."Then?What What's your plan here?".Mungkin aku agak keterlaluan bertanya tapi entahlah,aku tak tau nak tanya apa sebenanrnya."My plan?hmmmm..Kayaknya aku mau kamu jadi guiders aku.Bisa ga Mel?"."Eh?Aku???Jadi guiders kamu???hahhh!!!Bercanda kamu Put".Aku tak habis fikir dengan cowok sorang ni.Pandai-pandai datang sini,mau suruh aku jadi guiders nya."Apa aku terlihat sedang bercanda Mel?".Putera menyatakannya sambil mendekatkan mukanya ke muka ku."Ahhh,i-itu i-iya iya,aku bisa jadi guiders kamu sama keluargamu".Putera tersenyum puas.Ya Allah.Selamatkanlah jantungku.
"Ayah!!!!ayah ngapain disini?Ini siapa?".Ada dua anak muda menyapa Putera.Mungkin mereka anak-anaknya yang sering dia ceritakan."Ouh,ini lagi sama pacar ayah".Waaaahhhhhh,seenak-enaknyaaaaa si Putera ni mengaku aku pacarnya Aku melihatnya tajam sambil membesarkan mataku.Sepertinya aku meminta penjelasan dari Putera setelah anak-anaknya pergi."Hai tante.Apa kabar?"sapa salah satu anak Putera."Eh,hai,iya,kabar baik".Jelas kelihatan agaknya wajah kusutku tak kalah juga wajah terkejutku."Yah,tadi Tante Rosa bilang udah mau ke apartment ayah.Trus ayah nanti gimana?Koper² juga udah dibawa kesana yah"."Iya,ga pa² dek,kamu sama tante Rosa kesana duluan ya.Ayah lagi mau diluar temanin pacar ayah ni".Sontak aku melihat tajam ke arah Putera.Dia temanin aku atau aku yang harus temanin dia?Awas kau Putera.Aku kerjakan kau nanti.Lihatlah.Putera ketawa melihat wajah aku.Duhhhh,dia kalau senyum,ketawa,sepertinya aku tak jadi nak marah dia.I'm sooooo melting looking at you wahai Putera.Eh,aku kenapa.
"Put,kamu yakin mau aku jadi guiders kamu Put?Aku bukan wanita baik-baik tau.Kamu bakalan bankrup nanti aku kerjakan".Aku saja memancing Putera dengan harapan agar dia ikut anak-anaknya."Manusia kalau jahat ga akan pernah mengaku jahat Mel.Lagi pula,kalau kamu mau menguras uang aku,ga masalah kok,sekalian aku beli gedung yang mana kamu mau buat kamu"."Eiih,kamu tu ya,cakap jangan sombong Put".Aku mula salah tingkah.Mimpi apa aku semalam bisa ketemu pria ni in real "Yuk Mel.Kita jalan-jalan".Putera bangun dari kerusinya dan terus mengambil tas ku serta mencapai tangan ku untuk dia pimpin.Aku pun malas mau berdebat dengan dia dan aku ikut saja kemana dia mau membawaku.Eh,bukankah sepatutnya aku yang bawa dia?Ahhh,sudahlah,mana-manalah.Yang penting fia tidak macam²."Ildan itu adik tiriku.Ayah ku menikah dengan ibunya Ildan.Atas alasan apa itu kami tidak dikasi tahu".Tiba-tiba Putera menyatakan hal itu No wonder Ildan juga ada iras² Putera tapi Ildan lebih kepada Asian look.Tak seperti Putera.It's totally western look wajahnya."Ouh okay.Jadi kamu sama mamanya Ildan gimana?"."Kami baik² aja sih sebenarnya.Waktu mama masih ada juga,mereka sering ketemu.Papa sering juga datang bareng ibu ke Indonesia.Kami tidak masalah asalkan ga ada yang membuat ulah sesama kami".Ujar Putera.Baik sungguh mamanya Putera sama mama nya Ildan.Kalau di Malaysia jarang sekali dapat lihat madu berbaik.Yang ada mungkin cuma dikalangan artis-artis."Iya Put,terkadang begitulah,untung juga mama Ildan ya,mama kamu baik banget,semoga rohnya tenang,insyaallah".aku menyambung kata-kata Putera sambil kami berjalan-jalan dalam mall yang besar tu.Sebenarnya aku sedikit malu kerna pakaian ku tidak sesuai untuk berjalan santai,aku kan baru pulang kerja.Jadi aku sedikit kekok apabila berjalan dengan Putera."Kamu kenapa Mel?kok muka kamu kayak ga nyaman ya jalan bareng aku?".Tanya Putera."Nggak Put,aku cuma bimbang kamu malu jalan sama aku,nah,lihat sendiri kan pakaian ku,kayak anak sekolah lari dari class".Putera ketawa dengar celotehku."Hahaha,lucu kamu Mel,emangnya kenapa dengan pakaian kamu?ga ada yang alah sih"."Dimatamu memang ga salah Put,nah,kamu lihat sendiri cewek² sini,lihat kamu,terus lihat aku.Mungkin mereka heran,kenapa ajaaaa ini cowok ganteng jalan sama cewek jelek"."Ouh,jadi kamu mengaku kalau aku tuh ganteng?"Ups...aku cuma tersenyum malu.Keceplosan nampak gayanya."Iya,kamu ganteng".Ucapku dalam hati.Dan kami terus berjalan tanpa arah.
Setelah aku sampai dirumah,aku rasa sungguh penat sekali.Bukan penat berjalan,tapi penat berdebat dengan si Putera,pemaksa.Aku tak tahu berapa banyak wangnya habis untuk aku,untuk anak-anakku.Kalau boleh satu mall tu dia nak belikan untuk aku.Aku termenung lihat semua paper bag yang berisi pelbagai brand buat aku dan anak-anak.Putera is calling.Handphone ku berdering."Helo Put.Kenapa?".tanyaku."Ga papa Mel,cuma kangen sama kamu".Tersenyum aku mendengarnya."Benarkah?Baru juga kita ketemu tadi dan aku belum sempat mandi lagi.Benar-benar baru sampai rumah".kataku."Mel,kangen itu ga seharusnya udah lama ga ketemu.Tadi juga pas kamu di toilet waktu di mall tadi aku udah kangen sama kamu".Ya Allah.Selamatkan jantungku lagi Ya Allah."Gombal kamu Put"."Kamu sering aja mengatakan aku gombal,setelah ketemuan juga begitu.Apa aku terlihat tidak serious dalam berbicara ya Mel?".Aku sedikit mengerutkan dahiku.Eh,ini cowok kenapa kayak ngambek ayatnya."Eh,nggak Put.Aku cuma bercanda aja.Aduhh,kok aku salah ngomong ya?"."Iya,kamu salah ngomong,makanya kamu harus dihukum,besok jam 9 jumpa aku di lobi apartment ku.Atau kamu mau aku minta supirku yang menjemputmu?"Ini tuan pemaksa.Suka hati dia ja sih."Eh ga usah ga usah.Nanti tetangga²ku keheranan nanti.Aku bisa drive sendiri kok".Aku terus cuba memprotes kehendak Putera."Ya udah.jangan tidur lewat ya Mel.Mimpi aku ya sayang.Daaaahhh".Laju sungguh dia memutuskan talian.Dia sekarang selalu panggil aku sayang.Apa memang dia sayang aku??Ya Tuhan.Tolonglah hambamu ini.Dan aku terus ke kamar mandi untuk melakukan ritual harianku didalam sana.Berendam.Terasa lelah sekali hari ni.Dalam tidak sedar,sewaktu aku berendam di kamar mandi aku memikirkan wajah Putera.Ganteng,soft spoken,senyumnya manis sekali.Apakah aku sudah jatuh hati dengan dia ya?.Haishhh,tak mungkinlah.Mungkin juga aku obses dengan dia kerana terpengaruh cerita-cerita di novel.Tapi apa pekerjaan si Putera ni ya??Kalau dilihat,semua perbelanjaan tadi bukan murah-murah.Hmmmmm.Okay,besok aku akan cuba bertanya pada dia.Dan aku melanjutkan kegiatanku
"Helo,siapa ni?",tanyaku setelah mangangkat panggilan yang aku sendiri tak tau siapa yang hubungi aku."Astaga Amelia!!!!kamu masih tidur???bergadang tadi malam???sekarang udah jam 8 lho Mel!!!".Teriak Putera."Duhhh,berisik deh,masih awal dongggg,biar aku lelap lagi,huuuaaarrgggggggghhhh".Aku menutup talian sepihak.Dan sambung tidur.Tiba-tiba aku eperti merasakan ada sesuatu yang menghalang cahaya matahari dari kaca tingkap kamarku."Ini apa?setahu aku langsirku tiada yang blackout cover.Tapi ini kenapa gelap?sana terang??".Sekali kubuka mata."Hey!!!!kamu ngapain ada dikamar aku Put!!!!astagaaaa!!!!"Aku menjerit sambil menarik comforter ke atas.Untuk pengetahuan kalian,aku kalau tidur memang agak sedikit terbuka.Iyalah,nama juga janda sih,mau terbuka kek,tertutup kek,ya siapa peduli.Toh anak-anakku juga udah ada kamar sendiri.Aku tidurnya pun sendirian.Maka,suka hati aku lah.Aku mencuba sebisa boleh menutup badanku dari dilihat Putera."Memang kamu tu diajar masuk ke rumah orang tanpa izin?hah??"Tanyaku."Trus?memang kamu diajar untuk tidak mengunci pintu rumah kamu???Mujur aja aku yang masuk,kalau maling yang masuk gimana???".Putera mendekatkan wajahnya.Seingat aku.ouh Ya Allah iya."Ouh,itu mungkin aku terlupa semalam,saat aku keluar buang sampah di luar pagar".Aku tersengih sambil menjawab."Ya udah,bangun kamu Mel,udah jam 11 siang lho.Telepon mantan kamu,yuk kita jemput anak-anak kamu.Sekalian bisa jalan-jalan bareng anak-anakku.Mereka pasti senang dan betah dengan anak-anakku nanti".Waaaahhhh,Putera nak bawa anak-anakku sekali.Alhamdulillah."Iya,kamu keluar sana,aku mau turun dari katil ni".Perintahku."Kalau aku ga mau?Gimana?".Putera cuba menggodaku."Ya udah,aku sambung tidur lagi".Kataku."Kalau kamu ga mau aku melahap kamu sekarang juga,lebih baik kamu bangun.Aku keluar dari kamar kamu sekarang".Ehwaaahh,suka hati nak lahap aku.Nikahin aku dulu Putera!!!Baru aku rela dilahap!!!Haishhh,Amelia.Kau ni terkena sumpahan apa ni????