“Muka lo kenapa deh? Dari tadi senyum-senyum aja.” Pandu mendekatkan kepalanya pada Rindu, untuk memastikan bahwa penglihatannya tidak salah. Dan benar, Rindu, sahabatnya, memang tengah senyum-senyum sendiri. Pandu bergidik ngeri, dia takut kalau Rindu terkena virus menular. Kan repot kalo dia juga ikut senyum-senyum gada alasan. Ucapan Pandu menarik perhatian Miquel, dia baru sadar jika aura Rindu memang jauh lebih bahagia daripada sebelumnya. Buru-buru Rindu mengubah raut wajahnya. Jika dia mengatakan sudah punya pacar pada kedua temannya, dia masih belum siap dengan hal itu. Bagaimana reaksi mereka jika tahu bahwa pacarnya itu dokter Ragata? Tapi tenang saja, Rindu pasti akan beritahu juga. Tapi tidak sekarang. “Ishhh…udah deh, lo tidur aja napa sih? Ribet banget hidup.” Rindu menar

