Sejak kejadian Kemarin, pulang pergi sekolah naura pulang sekolah selalu dengan farel. Sebenarnya sebenarnya didalam hati naura paling dalam, tidak mau pergi jalan dengan farel, tetapi gavin selalu banyak alesan supaya gavin tidak bisa mengantar naura sekolah. Hari ini udah hari ke 3 naura ulangan, berati otomatis sebentar lagi naura bakal tunangan sama dengab farel.
"Daa, belajar ga lo? " Tanya naura.
"Ngapain? Nyontek aja nanti ke tiwi"
"Ah cakep banget otak lo" kata naura.
"Lo sah, ya? Belajar"
"Kaga! " Ucap mereka berdua.
"Wii nnti bagi bagi laa contekan, oke nnti gue traktir dehh" kata naura seolah menyogok tiwi.
"Hmm" Hanya dibalas deheman sama tiwi.
"Selamat pagi anak anak" Sapa bu siti selaku guru bahasa Indonesia
"Pagi Buu"
"Ambil alat tulis seperlunya dan taruh tas didepan! " Perintah bu siti.
"Titip dongg" Ucap naura sambil nyodorin tas nya ke rizal yang langsung diambil dengan senang hati sama rizal karena rizal menyukai naura.
cantik mah bebas.
Skipp pulsek pov naura
"Raa gue pulang yaa bayy"-nadya, yang lain mah udah pada pulang tinggal gue doang nih nungguin es batu,kenapa gue masih bilang es batu karena sifat dia masih sama kaya dulu.
Lama banget gila! Ngapain aja si gue bocah! Gue udah satu jam nunggu dia sue! Apa dia lagi kumpulan futsal ya?
"Lo yang namanya naura" Siapa nih ko gue ga pernah liat ya apa dia anak baru? Tapi ko ga pake seragam.
"Iya"
"Kenalin gue dewi, pacar Farel" Ucap dia sambil nekenin kata pacar, sumpah pacar farel, terus kenapa nerima perjodohan ini.
"Oh pacar ya"
"Gue peringatan sama lo jangan pernah deketin farel lagi, sekali gue liat lo jalan sama farel, lo liat apa yang bakal gue lakuin sama lo! " Ucap dia, lo kira gue takut sama anceman lo! Setelah dia ngomong gitu dia langsung pergi.
Pas banget cewe itu pergi farel dateng dengan motonya dan berhenti didepan gue.
"Naik" Ucap dia membuka kaca helm full face nya
Bodoamat mau si cewek itu liat gue sama farel mau ngapa ngapain gue serah, dan akhirnya gue naik ke motornya dan pergi dari sekolah.
pov farel
"Assalamu'alaikum" Ucap gue masuk ke rumah Pas masuk ayah sama mamah duduk sambil ngobrol didepan tivi.
"Wa'alaikumsalam, sini rel "-papa
Gue mengalami kedua tangan orang tua gue " Abang belum dateng mah" Ucap gue sambil duduk
"Belum rel masih ada jam kali cape banget kayanya mau minum apa"-mamah.
" Gausah mah nnti farel ambil sendiri aja"
"Gimana udah ada perubahan"-papa
" Farel keatas dulu " Ucap gue langsung bangkit dari tempat duduk gue lagsung ke kamar. Gue masih belum bisa terbuka sama Naura.
Ting!hape gue bunyi gue ngerutin dahi gue, no siapa nih gue ga kenal
+6238
Rel aku kangen
Siapa?
Kamu lupa sama aku?
Bodoamat ah ga gue bales gue rebahan badan gue dikasur huh! Gue masih belum bisa terbuka sama Naura, gue tau dia orang baik dia ga ember ke semua orang, gue belum siap buat cerita sama dia padahal pertunangan kita minggu depan.
Tut! Tut! Hape gue bunyi, nomor itu lagi ga gue angkat gue biarin, tapi dia tetep nelpon gue akhirnya gue angkat!
Rel
Deg. Suara ini suara yang dulu selalu bersama gue, suara yang gue rindukan jadi sirna ketika gue tau kenyataann tentang dia! Kenapa dia harus kembali!
Rel kamu dia sana?, aku rindu kamu
Kenapa?
Rel aku sekolah disekolah yang sama,sama kamu
BOM!
Rel besok aku mulai sekolah
Ya!
Setelah itu gue langsung matiin hape gue, kenapa masalalu selalu datang ketika kita sudah tidak lagi memikirkannya!
Ting!
Naura.
Rel, gue tadi ketemu sama pacar lo, ternyata lo punya pacar! Kenapa lo nerima perjodohan ini?!
Ha! Ketemu? Dia ngomong apa aja sama naura?.
Ngomong apa dia.
Dia cuma bilang pacar lo!
Besok gue jelasin sama lo, kita ke rooftop sekolah.
Setelah gue ngirim pesan itu dia cuma nge rit chat yang terakhir dari gue. Gue takut dia tau kalo gue sama Naura mau tunangan, gue tau dia punya ambisi yang tinggi dia nekat ngelakuin apa aja demi ingin mendapat keinginan yang dia mau. Bukan apa apa ayah selalu bilang ke gue" Jaga Naura seperti kamu jaga mamah".
Sekolah..
"Lo kenapa ra"-nada
"Haa engga" Ucap naura gugup, saat ini naura bersama Sahabatnya ada di kelas
"Ko lo gugup gitu ra, ada masalah? " Tanya nafisah
"Kemaren gue ketemu sama cewek yang katanya pacar farel" Jawab naura dia masih memikirkan perkataan si cewek kemaren.
"Ha pacar? Setau gue farel gapernah pacaran deh"-nafisah.ucapan mereka terhenti karena Tiba tiba guru matematika memasuki kelas.
"Selamat pagi anak anak"
"Pag bu"
"Hari ini kalian kedatangan murid baru, dia pindahan dari Surabaya, sini nak masuk" Ucap bu wati sambil melihat kearah luar, dan muncul lah sosok wanita rok diatas lutut dan rambut terurai berwarna pirang.
"Silahkan perkenalkan diri" Ucap bu wati mempersilahkan si anak murid tersebut.
"Perkenalkan nama saya dewi Sintia bella saya pindahan dari Surabaya semoga kalian senang berteman dengan saya" Ucapnya sambil memperlihatkan senyum manisnya.
"Boleh minta nomor ga neng udah punya pacar" Begitulah yang dilontarkan anak kelas, berbeda hal dengan naura yang sudah mengetahuinya duluan, naura kelihatan sangat kaget 'kenapa ni cewe dikelas gue sih! 'Duel naura dalam hati! Sungguh dia sangat tidak menyukai wanita didepannya ini
"Baik dewi kamu boleh duduk dengan dodi ya" Ucap bu wati
"Terimakasih bu" Ucap dewi berjalan kearah bangku yang ditunjuk tadi oleh bu wati dan melewati naura dengan senyum liciknya, yang hanya di balas tatapan sinis oleh naura.
"Raa lo dicariin tuh sama farel, orangnya nunggu didepan kelas" Ucap Sigit sang ketua kelas.
"Yoi thank, gue keluar dulu ya" Ucapnya pada ketiga sahabatnya.
Skip rooftop
"Pacar lo dikelas gue" Langsung saja naura tidak ini basa basi.
"Dia bukan cewek gue, gue udah lama putus sama dia sejak 2 tahun yang lalu"Jelas farel
" Tapi dia bilang dia pacar lo"
"Kemaren dia ngomong apa aja" Tanya farel tak menggubris pertanyaan naura.
"Ya gituu, dia cuma ngomong gitu doang" Ucap naura
"Jangan deket deket sama dia, gue gamau lo kenapa2" Ucap farel
"Kenapa? "
"Dia bahaya, dia punya ambisi yang gede, gue gamau lo jadi korban! Dengerin gue! Jangan deketin dia atau berteman sekalipun, kalo lo tetep ngeyel terserah lo" Ucap farel panjang lebar, jelas dia takut karena teringat pesan ayah nya.
"Lagian siapa juga yang mau berteman sama dia! Gue udah punya temen sekaligus sahabat! Buat apa! " Tegas naura ' tumben amat ni bocah ngomong panjang biasanya juga irit' batin naura.
"Bagus, kalo ada apa apa lo bilang gue! " Tegas farel dan berlalu pergi meninggalkan naura.
"Tumben dia perhatian sama gue haha, biasanya cuek hahh bodo lah" Ucap naura sambil berlalu pergi dari rooftop.