Chapter 52

938 Words

*** "Kopinya." Kembali dari kasir usai mengambil dua pesanan kopi, ucapan tersebut Sarah lontarkan pada seorang perempuan yang dengan setia menunggunya di kursi roda. Bukan perempuan asing, yang bersama dengannya tentu saja sang kakak. Lama tidak berjumpa, hari ini keduanya memutuskan untuk bertemu dan Sarahlah yang menjemput Marisa ke rumah. "Thank you," ucap Marisa, yang kemudian dijawab senyuman oleh sang adik. Alih-alih di sebuah restoran, dia dan Sarah memilih coffe shop untuk bertemu karena selain tempat yang tidak terlalu ramai, menyeruput kopi sambil berbincang adalah kegemaran Marisa sebelum tidak bisa berjalan seperti sekarang. "Jadi gimana perkembangan rencana kamu sama Alaska?" tanya Marisa, setelah Sarah kembali duduk di depannya. "Apa ada kemajuan?" "Belum," jawab Sara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD