Chapter 40

1027 Words

*** "Mi, Alaska datang." Sambil merendahkan tubuhnya, ucapan tersebut Alaska lontarkan setelah tiba di samping sebuah pusara. Terbangun dari tidur, beberapa waktu lalu Alaska menangis karena untuk pertama kalinya—setelah sekian lama, dia bertemu kembali dengan Annalisa di dalam mimpi. Mengadu pada Skayara setelah perempuan itu memergokinya, saran untuk berziarah didapatkan Alaska, sehingga sebelum membeli alat penyadap suara, dia dan sang bodyguard bertolak menuju Karawang. Tidak di Jakarta, mendiang Annalisa memang dikebumikan di salah satu pemakaman mewah di kota tersebut, sehingga karena jarak yang cukup jauh, Alaska jarang sekali berziarah. "Mami apa kabar?" tanya Alaska, setelah kini dia berjongkok di samping pusara. "Aska bawain mawar putih kesukaan Mami." Menyimpan buket maw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD