*** Alaska tidak seperti biasanya. Alih-alih mengalah setelah Prabu mengeluarkan ancaman andalan—menyita fasilitas yang dia pakai, dia justru tetap berlalu dari ruangan sang papi. Tidak peduli teriakan Prabu yang memanggilnya dengan penuh emosi, Alaska terus menjauh bahkan kini dia sudah sampai di mobil yang ditunggui Skayara. "Lho, Mas, udah ngobrolnya?" tanya Skayara kaget, setelah Alaska masuk tanpa permisi. "Udah," jawab Alaska, sambil memakai seatbelt kemudian dengan sedikit grasak-grusuk menyalakan mesin mobil. "Bicarain apa? Kok cepat?" "Nanti saya ceritakan di rumah," jawab Alaska, dengan raut wajah yang begitu serius. "Kita ke bank dulu habis ini." "Ke bank?" tanya Skayara dengan kening mengernyit. "Ngapain, Mas?" "Nanti kamu juga tahu," ucap Alaska. "Sekarang jangan bany

