Chapter XLIV

1162 Words

Kini kedua petugas kepolisian itu sudah keluar dari ruangan Melati. Mereka berkata akan segera mengurus pencabutan laporan mengenai kecelakaan tersebut. Dariel yang melaporkan hal tersebut sebetulnya enggan untuk setuju. Begitu pula dua orang polisi itu yang merasa bahwa percobaan pembunuhan ini tidak akan berhenti di sini saja. Namun, Melati tetap bersikukuh untuk menghentikannya. Apa lagi dia tahu bahwa pelakunya adalah Omnya sendiri. Senyum tipis tersungging di wajah Vino yang merasa dirinya sudah lebih aman. Padahal dia bermaksud untuk sekalian menyudutkan orang yang merepotkannya selama ini. Setidaknya dia ingin Acha merasa takut padanya. Namun, begini saja sudah cukup. “Kamu yakin dengan keputusan kamu, Mel?” tanya Dariel masih tidak puas. Melati menatap mata Dariel untuk memperl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD