Chapter XXXIII

1359 Words

Tanda tanya besar seolah menggantung di atas kepala Lina. Banyak hal yang dia tak mengerti dari pembicaraan tiga orang di sebelahnya. Karena itu dia memilih untuk menyingkir saja untuk mengambil barang-barang Acha yang sudah dia bereskan tadi. “Kalau gitu, bisa gak kalau kamu gak panggil aku ‘Pak’?” Lina bersyukur akhirnya dia tidak merasa terasingkan lagi, karena sekarang dia mengerti apa yang mereka katakan. “Terus?” wajah Acha terlihat kebingungan. “M... ‘Mas’ misalnya.” Kata Ryo dengan gugup. Tangan Lina menutupi mulutnya yang menganga karena takjub. Untuk pertama kali dalam hidup dia melihat seorang pria yang pipinya sangat merona hanya karena ingin dipanggil ‘Mas’. Ditambah lagi dia adalah pria yang selama ini ditakutinya. Lina bukanlah orang yang tidak peka. Selama mengenal Ry

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD