Chapter XXXI

1151 Words

Air mata Melati mulai tak terbendung. Hati Dariel begitu teriris saat melihatnya. Ini adalah pertama kalinya dia melihat gadisnya menangis di depannya. Melati yang Dariel tahu selama ini adalah gadis yang sangat periang dan selalu memberikan senyum kepadanya. Perlahan tangan Dariel menuju pipi Melati untuk mengusap air mata itu. Tetapi sebelum pipi itu tersentuh, Melati menghentakan tangan Dariel. Tanpa memberi kalimat apapun lagi, Melati pergi keluar dari ruangan itu. Betapa kagetnya Dea saat ruangan atasannya dibuka dengan paksa. Ditambah lagi saat Melati keluar dari ruangan itu dengan mata sembab dan basah. Kemudian, saat melirik sedikit ke dalam ruangan dia sudah tahu bahwa hari ini adalah hari sialnya. Melati yang masih menangis terus berlari sambil berusaha menutupi wajahnya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD