Chapter XXXIX

1168 Words

Empat jam sebelum kecelakaan terjadi... Lastri mengepak beberapa makanan untuk dibawa Melati di perjalanan. Jarang-jarang puteri semata wayangnya ini pulang kampung. Dan Lastri paham betul Melati akan menelponnya semalam suntuk begitu pulang nanti dan berkata bahwa dia masih kangen. Karena itu, dia membawakan makanan-makanan itu agar bisa mengurangi sedikit rasa kangennya. “Ga ada yang kelupaan kan?” tanya Lastri. “Udah semua kok, Bu.” Jawab Melati yang sedang memakai sepatu. “Kamu hati-hati di jalan, ya. Gak usah ngebut.” Pesan sang Ibu. Selesai memakai sepatunya, Melati berdiri. Dipeluknya perempuan yang telah melahirkannya dua puluh satu tahun yang lalu itu erat. “Doain Mel ya, Bu.” Kata Melati. “Kapan sih, Ibu gak doain kamu? Setiap detik Ibu doain kamu.” Ucap Lastri sambil meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD