“Tumben kamu ke sini?” tanya Agnia, menatap lelaki di depannya dengan kening mengerut. Pasalnya, tidak biasanya Sacha mengunjungi dirinya di sebuah rumah sakit tempatnya bekerja. “Tan, boleh Sacha minta tolong?” tanya lelaki itu, penuh ke hati-hatian. Sacha tahu Agnia masih marah kepadanya akibat kejadian beberapa tahun yang lalu. “Bagaimana rencana kamu dulu? Apa sudah ada yang berhasil?” Agnia sengaja menyinggung masalah niat Sacha yang ingin membalaskan dendam. Karena sampai sekarang kasus itu belum juga selesai. Atau memang sengaja di tutup karena Sacha sudah terlanjur malu? “Sudah lah Tah, aku ke sini bukan untuk memperdebatkan masalah itu. Aku ke sini ingin meminta tolong prihal ini.” Sacha memberikan baju seragam milik putri kecilnya dan sebuah kancing kecil. Agnia mengerutka

