Keesokan harinya, Sacha memutuskan untuk mendatangi apaetemen Arzan—adik sepupunya—setelah mengantarkan Nora ke sekolah. Sacha datang ke sana karena ingin menanyakan prihal rendang yang Arzan bawa kemarin ke rumahnya. Sacha mengetuk pintu beberapa kali, tetapi tidak ada sekalipun jawaban dari sang pemilik apartemen. Karena sudah lelah menunggu, akhirnya Sacha memutuskan untuk menelepon Arzan melalui telepon genggam. “Kamu ada di mana? Aku ada di depan,” ucap Sacha. Tidak berselang lama pintu apartemen yang awalnya tertutup rapat itu terbuka lebar dan menampilkan sosok Azan yang sudah menggunakan pakaian rapih seperti ingin pergi. “Tumben kamu pagi-pagi sekali sudah rapih?” tanya Sacha, menatap sang adik sepipu penuh curiga. “Masuk dulu Kak.” Arzan mempersilahkan Sacha untuk masuk

