Nina POV Drtt…drttt Dering ponsel di dalam ransel kecil yang aku letakkan di sebelahku sedikit mengganggu konsentrasiku. Dari jendela kaca, aku bisa melihat sekelebat si putih menyambar dari luar. Jam tanganku sudah menunjukkan jam 9 malam, dan kami masih terjebak dinner. “Ada apa hmmm?” Panggilan itu membuatku seketika menoleh kembali ke depan, dan mendapati wajah hangat Rinaldy yang tengah menatapku. Jujur, tatapan itu membuatku senang dan juga takut. Aku sangat takut jika sewaktu-waktu senyuman itu mendadak menghilang. Jika bisa dikatakan, apakah aku menerima semua perlakuan lelaki itu padaku? Tidak! Aku tidak bisa menerima semua itu, jika di pikirkan dari satu sisi. Bahkan, aku ingin membuatnya mengalami hal yang sama dengan apa yang aku rasakan selama ini. Pemikiran semacam itu

