Hari yang membuat sekujur tubuh Rinaldy akhirnya tiba juga. Setelah beberapa hari melewati pemeriksaan, sekitar 8 jam lagi, istrinya akan mengalami masa-masa sulit. Jujur, Rinaldy tidak bisa menahan rasa cemas di sekujur tubuhnya. “Kamu gugup?” Nina mengangguk, dia menggenggam erat tangan suaminya yang kini tengah duduk di sebelahnya. Mereka tengah menikmati pagi hari yang rasanya jauh lebih hangat. Tidak hanya itu sebenarnya, akhir-akhir ini interaksi mereka jauh lebih hangat dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Tangan Rinaldy masih merangkul bahu Nina, sambil mengelusnya dengan lembut. Sesekali dia mencium kening sang istri. “Kalau kamu dalam kesulitan, tolong bawa aku dalam mimpi kamu ya sayang.” Kekehan Nina terdengar, membuat Rinaldy menjauhkan wajahnya untuk menelisik mana

