41 ~ Yes

1278 Words

“Kenapa tidak mengabariku? Apa dia mengambil ponselmu, dan membuatku seperti orang bodoh sejak pagi?” Rinaldy, menatap Nina dengan serius. Mereka sudah tiba di apartemen sejak 15 menit lalu, dan tidak sedetikpun Rinaldy membiarkan Nina pergi dari hadapannya. Sedetikpun tidak, dan membuat Nina sedikit merasa kesal, namun juga senang dalam waktu bersamaan. Kadang kala, rasanya sulit untuk menjelaskan perasaan itu. Nina merasa nyaman di saat-saat keadaan memberikan waktu ini padanya. Sebab, dia merasa berharga di mata orang yang dia sukai. Entah beribu kali hati Nina terasa sakit atas apa yang tidak mereka inginkan, dan tidak pernah terlintas di pikiran satu sama lain. Tetap saja, takdir akan mempertemukan jika itu adalah…waktu nya. “Aku…” Cup Nina melebarkan matanya saat merasakan benda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD