ding dong Bunyi bel terdengar, tanpa membuang waktu banyak, Rinaldy langsung beranjak dari sofa. Lelaki itu berlari secepat yang dia bisa untuk membuka pintu. Berharap jika sosok yang nanti akan dia dapati adalah Nina. Clek—pintu terbuka, dan senyuman Rinaldy menghilang begitu tahu siapa yang datang. Perasaannya kini campur aduk, dan tidak tahu harus melakukan apa. Berbanding terbalik dengan Aldy, Luna malah senyum lebar. Itu adalah rekor tercepat yang Rinaldy berikan padanya, dalam hal membuka pintu. Tidak menyia-nyiakan waktu, Luna tanpa izin langsung masuk. Sedangkan Rinaldy masih berdiri di ambang pintu dengan kaku, kenapa bisa Luna tahu dimana tempat dia tinggal? Apa mungkin gadis itu membuntutinya? Tidak mungkin. Sebab Rinaldy selalu memperhatikan sekitar ketika ingin memasuki a

