Bukan halangan jika manusia yang menghalangi, karena Allah akan selalu membukakan jalan bagi hamba-Nya yang berserah diri. * * * SEBUAH SYARAT Ardi mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat setelah mendengar kenyataan yang sebenarnya dari Firman dan Salman. Rasya dan Tio hanya bisa merangkulnya agar tetap bersabar. Ardi pun bangkit dari sofa yang tengah mereka duduki lalu keluar dari rumah pondok santri. "Akh! Mau kemana? Tenanglah dulu...," Salman mengejar langkah Ardi. "Akh..., kita selesaikan ini dengan kepala dingin, jangan emosional," Firman ikut membujuk. Langkah Ardi tak terhentikan, ia menuju ke rumah pondok santriwati, di mana Abah juga berada di teras rumah itu. Abah menatap Ardi. "Saya tahu bagaimana perasaanmu Akh...," ujar Abah. "Abah tidak tahu! Risya tidak sehar

