49. Unpredictable

1206 Words

Naomi terpaksa harus menjelaskan kepada Lea, bahwa dia sedang dekat kepada Mas Fahlefi. "Bunda aku belum ingin membicarakan ini dulu, bisakah kita makan saja Lea takut telat ke sekolahnya, kan Bunda mengajarkan Lea untuk tidak bicara diwaktu makan?" Fahlefi kembali menelan Saliva nya, Ini anak susah untuk di tebak isi pikirannya dia yang ngobrol aku yang deg degan. Oke sepertinya dia belum mau ngomong apa pun kepada Naomi tapi aku akan coba ngomong sama Naomi nanti. Pokoknya aku pengen Naomi dan Lea menjadi bagian dari Hidup ku "Iya sayang, nanti kita bicarakan ini di waktu yang pas ya, mari kita makan dan menikmati masakan Nasi goreng buatan Om Fahlefi dulu." Fahlefi tersenyum kepada Naomi. "Iya.." Lea melanjutkan makannya dengan tenang. Aku menatap ke arah Mas Fahlefi, kami mencoba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD