Ia terbangun oleh suara-suara di sekitar. Sebuah ruangan bewarna kuning gading. Sorot lampu di atas wajah membuat matanya berkedap-kedip. Ia segera bangkit namun tangannya terjerat oleh tali-tali kecil. Selang-selang infus. ”Oh, syukurlah anda sudah siuman.” Seorang pria kulit putih dengan jas putih berdiri di samping tempat tidur. ”Dimana saya? Siapa anda?” Ia bertanya-tanya tak mengerti apa yang terjadi. ”Anda berada di Infirmary Silver Romeo. Saya Mark Johnson, Dokter kapal. Anda sudah tak sadarkan diri selama 3 jam.” “How come, Dockter? What happened to me?” ”Apa anda tidak ingat? Anda jatuh ke laut. Untunglah Rescue Team cepat menolong anda.” Ia terdiam, mencoba mengingat-ingat. ”Ombak, trolley itu, ya aku ingat. Tapi bagaimana dengan Pak Narto, Visby, taman bunga, barber shop.

