Surat Dari Pak Narto

848 Words

Pandangan kosong menerawangi rangka-rangka besi di atas pembaringan. Ia berbaring di kasur bawah double decker (tempat tidur susun). Matanya masih terjaga, anak-anak sudah pada tidur. Tak ada acara ritual malam itu. Ia tatap tulisan-tulisan yang ia tera pada rangkai besi, tulisan-tulisan pengharapan dan kerinduan. Angka-angka hari pada kalender lipat di samping kasurnya sudah hampir tertutup semua dengan tanda silang. Ia memang menggoresnya hari demi hari. Sudah 23 bulan, tepat satu bulan lagi semuanya akan berakhir. Ia memberi tanda lingkaran pada hari yang dinanti-nanti. Its time to go home. Sebuah amplop berisi surat di bawah bantal ia raih. Surat itu sudah ia baca tadi. Dengan membacanya lagi mungkin ia bisa tertidur. Surat dari Pak Narto. My Boy Heru, Apa khabar Her. Apa kapal ama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD