Sesuatu menyentuh di area 'itu'. Ita menundukan kepala dan melihat ke bawah. Tepatnya ke arah tangan besar Raga menepi. "ARGHH!!" pekik Ita sembari melepaskan diri. "Dasar m***m!" "Ha? Maksud mu?" sahut Raga gagal paham. "Bapak pikir kemana tangan Bapak mendarat tadi?" ucap Ita seraya menutupi dadanya. Raga yang sadar pun spontan berbalik. Ia tidak bisa mengontrol wajah merahnya. "Ma-maaf. A-aku nggak bermaksud.... emh... itu.... anu, aku beneran nggak bermaksud m***m. A-aku cuma ingin menolong...." rancau Raga. Keadaan menjadi hening. Semburat malu itu masih terlihat jelas. Walau disembunyikan masih terlihat telinga Raga tampak memerah. "Mph...." Ita berusaha tenang. Jangan sampai tawanya terdengar. Situasi ini adalah hal baru. Melihat Raga blushing merupakan hal yang tidak perna

