Sekitar jam satu siang biasanya adikku sudah ada di rumah namun hari ini,mereka belum da yang pulang membuatku cemas.
"Hai....Kenapa kau ini mondar-mandir gak jelas"tanya Mahendra yang duduk di kursi ruang tamu."Aku khawatir dengan adikku,biasanya mereka sudah datang,tapi kenapa sekarang belum pulang.?!!"jawabku.
Tak lama kemudian terdengar suara ribut di luar,ternyata kedua adikku sedang cekcok."Kenapa kalian baru pulang,pa kalian tak tau ini sudah jam berapa.Bagaimana kalau ibu pulang duluan ibu pasti khawatir kan.?!"Omelku pada kedua adikku"Tadi kata Denis dia lihat bapak turun dari mobil di dekat toko sebelah sekolah Mbak,lalu Denis mendekat orang yang dikira bapak itu masuk mobil lagi dan melaju dengan cepat,tapi Denis mengejarnya sampai dia jatuh bahkan hampir di srempet montor."jelas Riana."Aku yakin itu bapak mbak..dibilangin gak percaya"Kata Denis ngotot"Ya mungkin itu orang yang mirip aja,sini lukanya mbak lihat,Riana ambilkan tempat obat ya."aku langsung meraih tangan adikku dan melihat luka yang ada di lututnya.
Aku menoleh ke tempat Mahendra duduk dia hanya diam memperhatikanku.Wajahnya tenang sedap di lihat,Ehhhh...adikku lagi luka malah muji orang.hihihi
Segera ku obati luka yang ada di lutut adik laki-lakiku ini,dia ini memang bandel susah dilarang kalau sudah punya kemauan.
Apa benar adikku melihat bapak,berarti selama ini bapak masih ada dan kenapa dia gak pernah pulang.Jangan jangan ibu tau soal bapak.Aku harus bicara empat mata dengan ibu.Setelah selesai mengobati adikku aku bergegas kedapur mengambilkan makan dan minum.Pastinya dia lapar,Seperti dugaanku dia langsung melahap semua makanan yang ada di piring tanpa menengok ke arah lain.Tak sengaja aku melihat Hendra tersenyum melihat tingkah adikku,Ya tuhan senyuman itu manis banget layaknya madu asli yang menetes langsung dari sarang lebah.Ehh....apaan aku ini lebay.
Ketika aku sedang mengemas baju pesanan la####nan ibu,tak sengaja aku melirik kearah ketiga orang yang sedang berbincang.Entah apa yang mereka bicarakan sampai mereka tertawa terbahak bahak.Ketiga orang itu tak lain Mahendra dan kedua adikku.Mereka berhambur setelah ibu datang.