59 - Menuju Hidup Mandiri

1229 Words

"Aku baik-baik aja. Seriusan, Akmal. Om Anton tuh ... nggak seanu gitu. Aku baik-baik aja, beneran. Kamu nggak usah khawatir.." Faira meneguk ludah setelah mengatakan itu pada Akmal melalui sambungan telepon. Ia bersiap turun, saat taksi mulai memelankan mobil, karena mereka sudah berada di hadapan gedung tempat Faira bekerja. "Nanti kalau sudah selesai, langsung telepon saya, oke? Kalau kamu ngerasa sikap laki-laki itu mulai berlebihan dan bikin kamu nggak nyaman—langsung telepon juga, oke? Intinya, jangan pernah lupa buat hubungi saya kalau ada apa-apa. Paham, Faira." "Iya ... iya." Faira tersenyum canggung ketika memberikan upah pada si supir taksi. Lalu turun dari mobil. "Udah, ya? Aku udah sampai." Ia memperbaiki letak tas menggunakan sebelah tangan, sementara tangan lainnya memati

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD