48 - Nikah, Yuk?

1750 Words

Letak tas di pundak diperbaiki Faira lebih dulu sebelum ia mengetuk pintu di hadapannya. Sembari menunggu dibukakan, ia melirik jam di pergelangan tangannya lebih dulu—sudah pukul 7 pagi. Rantang di tangannya di pindahkan ke tangan lain, ketika pintu sudah terbuka. Steve berdiri di ambang pintu, memegang kenop—saat ia menilai tampilan Faira pagi ini. Dress hitam polos membalut tubuhnya, pun flat shoes yang melapisi kaki gadis itu. Diperhatikan terlalu intens, Faira langsung merasa aneh. Ia membawa rambut-rambutnya yang menjuntai melewati wajah ke belakang telinga. Faira beberapa kali mengenakan setelan serba hitam, seharusnya tidak kentara bahwa kali ini, warna gelap yang membalut tubuh sekarang ini, menandakan duka yang perjuangannya berakhir sia-sia. "Masuk!" ajak Steve, lalu mendo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD