Pukul 5 sore Cato melajukan mobilnya menuju kantor Indi seperti biasa dia menjemput wanita itu. Perasaannya sedikit membaik setelah berbincang dengan Tante Laura. Ternyata tidak salah keputusannya untuk menemui calon mertuanya itu, paling tidak saat bertemu Indi nanti, dia tidak kalut lagi. Indi pasti bisa membaca raut wajahnya seandainya dia sedang memikirkan sesuatu, walaupun tidak terlalu banyak bicara, sepertinya Indi selalu peka terhadap situasi. "Udah makan?" Indi bahkan belum duduk saat Cato menanyakan itu. "Baru pulang kantor kenapa ditanyain udah makan atau belum?" Indi terkekeh. Dia memandangi wajah Cato. "Kayaknya kamu makin kurus. Makanya sekarang harus tiga kali lipat, karena ada dua orang yang makan." "Kalau jadi gendut gimana?" "Katanya ibu hamil minimal harus naik du

