Motor Rusma telah tiba di ladang milik keluarga sang istri, pria itu langsung turun dari motornya setelah memarkirkan motornya di dekat gubuk agar motornya tidak kepanasan. Rusma merenggangkan otot-ototnya ketika melihat ladang yang kini telah kosong karena kemarin ia dan Asri sudah membersihkan tanaman yang dirusak oleh hama. Pria itu mengambil sebuah cangkul yang ada di dalam gubuk kemudian ia pergi ke sebuah tanah bekas menanam sayuran itu, ia mulai mencangkul tanah itu hingga gembur. Meskipun harus memulai dari awal lagi, tetapi ia tidak boleh menyerah. Ia harus bisa menanam kembali bibit-bibit sayuran itu kemudian merawatnya hingga panen agar sayuran yang telah panen itu nantinya bisa dibayarkan ke Pak Bagin. Keringat mulai bercucuran, membasahi kaus abu-abu yang ia kenakan. Panas m

