Perdebatan Tanpa Sadar

1011 Words

Keluar dari kamar mandi usai puas dengan segala kesakitan dalam hati, Diego menuju ruang makan dimana semua orang berkumpul. Menarik kursi sengaja disisakan satu dekat Clara, sementara Bianca berada di antara Vahira juga Vanilla. Tak ada pilihan lain untuknya, seolah memang itu telah disengaja karena kursi lain biasanya berderet, kini hanya terhitung cukup untuk yang datang saja. Baik Clara juga Diego terlihat canggung, semua dapat dilihat oleh yang lain, terutama Daniel yang berada tepat lurus di depan putrinya—perempuan masih menikmati makanan, tanpa pernah mengangkat pandangan. "Kamu mau itu?" tanya Daniel melihat putrinya baru saja menaikkan biji mata untuk meraih saus. "Hehehe, tanganku tidak sampai. Papa bisa tolong ambilkan untukku?" sahut Clara, mengejutkan Bianca atas panggilan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD