“Sebaiknya kita pulang, atau Tuan besar akan mencemaskanmu nanti.” Fabian berucap, namun tatapan mata tetap tertuju pada Diego. Clara mengangguk mengiyakan, pelukan dilepaskan perlahan. Senyum disuguhkan oleh Fabian, menatap wajah Clara dan menyeka air mata dengan kedua tangannya sendiri. Merangkul untuk berjalan bersama, sekali lagi ia melihat ke arah lelaki masih saja berdiri. Diego ingin melangkah, tapi urung dilakukan. Lebih baik tetap berdiri membiarkan keduanya segera menghilang dari pandangan, lalu keluar dari hotel. Tangannya masih mengepal, mata terpejam sekilas dan menarik sangat dalam napas. Tak ingin untuk Clara melihat dirinya, Diego memang selalu membiarkan perempuan itu pergi lebih dulu dari kamar, lalu mengikuti. Tetap memasang ketidakpedulian, namun rupanya lelaki itu

