Tiba di tempat kawan Vanilla, lebih dulu Fabian turun saat melihat adiknya berdiri di bawah langit gelap. Membuka kembali pintu mobil dan membungkuk, meminta agar Diego turun bersamanya. Malas lelaki di belakang turun, begitu manja hingga harus meminta dibukakan pintu. Belum sampai kaki melangkah, Vanilla sudah lebih dulu berlari ke arahnya dan melompat untuk memeluk erat usai berteriak dengan histeris. Fabian dilewati begitu saja, padahal ia ingin menghampiri. "Lepaskan dia! Bukankah kamu harusnya memelukku lebih dulu?! Kenapa harus memeluknya?!" protes Fabian, tak mendapat jawaba daei adiknya tapi mendapat alis terangkat dari Diego bersama bibir kiri terangkat. "Ouh, kamu sudah besar sekarang. Tubuhmu kenapa jauh lebih bagus dari sebelumnya?" kata Diego, membeliak kedua mata Fabian dan

