Menginap

2059 Words

Beberapa jam berlalu, Daniel memasuki rumahnya dan langsung menuju ke kamar di mana Clara berada. Perempuan itu sudah membuka kedua mata, tengah disuapi oleh pelayan seperti apa diminta oleh dokter sengaja menunggu hingga orang yang membayarnya tiba. Duduk di tepi ranjang dan menyentuh sisi wajah Clara, tak kuasa Daniel melihat banyaknya luka lebam pada wajah. “Apa yang terjadi padamu, Clara? Kenapa bisa seperti ini?” sendu Daniel bertanya. “Saya tidak apa-apa,” sahut Clara namun menitikkan bulir air mata. “Nino dibawa olehnya, saya tidak berdaya melakukan apa-apa, saya manusia yang paling bodoh dan lemah. Sekarang saya tidak tahu seperti apa keadaan Nino,” tangisnya pecah, diraih dalam pelukan oleh pria berkaos hitam memajukan duduk. “Sudah, tenanglah. Nino baik-baik saja, aku sudah me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD