Duapuluh Sembilan

1314 Words

Setiap kelompok berpencar mencari keberadaan Tesa. Semuanya berteriak memanggil nama gadis itu, siapa tahu sang empu mendengarnya. Di sisi lain, Tesa masih berjalan untuk keluar hutan bersama Sora, mereka berdua memang masuk sangat dalam ke jantung hutan, jadi jarak rumah tua dengan perkemahan Tesa sangat jauh. "Kita udah sampai mana, Sora? Hutan kelihatan sama di malam hari, kita gak akan nyasar, 'kan?" tanya gadis itu cemas. "Tenang saja, kita hampir sampai sebentar lagi. Saya sangat hafal jalan di sini, jadi kamu jangan khawatir." Kata-kata Sora yang menenangkan sedikit membuat Tesa lega. Tak lama gadis itu mendengar suara orang yang memanggil namanya, tak hanya sekali tetapi berulang kali. "Sora, kamu denger itu? Seperti ada yang manggil-manggil aku dari tadi." Tesa semakin menger

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD