Tigapuluh Satu

1412 Words

Semua siswa tampak senang karena sudah sampai di sekolah kembali. Banyak orang tua yang sudah menunggu kepulangan anak-anak mereka. Tesa tampak lesu karena sejak semalam gadis itu tidak bisa tidur. Dengan langkah gontai, si gadis berjalan sambil menggendong tas miliknya menuju ke mobil sang ibunda. Tesa tak melihat keberadaan Hana sejak kemarin, bahkan gadis itu memilih bertukar bus dengan siswa lain hanya demi menghindari Tesa, adiknya. Hal itu membuat Tesa semakin merasa bersalah meski kejadian kemarin siang hanyalah sebuah kesalahpahaman semata. Tesa mengetuk jendela mobil ibunya. "Sayang, Hana mana?" tanya Yuki saat melihat Tesa hanya sendiri. "Loh, Kak Hana belum ke sini, Ma?" Yuki hanya menggeleng. Gadis itu meringis, sebegitu tak ingin bertemu dengan adiknya hingga seperti ini?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD